B. Indonesia apakah Dongeng Orang basap Berasal dari bontang? ​

apakah Dongeng Orang basap Berasal dari bontang? ​

Jawaban:

Legenda Orang Basap adalah salah satu rumpun suku Dayak di Kalimantan Timur yang tinggal di wilayah Bontang dan Sangkulirang. Menurut cerita, Orang Basap merupakan keturunan orang-orang Cina yang kawin dengan suku Dayak Punan. Meskipun Orang Basap pada umumnya tidak berkulit kuning, tetapi mata mereka tetap sipit seperti orang Cina. Bagaimanaperkawinan campuran antara dua suku yang berbeda ini bisa terjadi? Simak kisahnya dalam cerita Asal Usul Orang Basap berikut ini!

* * *

Jawaban:

Ada sebuah legenda yang berasal dari Pulau Kalimantan. Legenda ini sangat dikenal luas oleh warga Kalimantan. Legenda orang Basap adalah sebuah legenda dari rumpun Dayak. Orang Basap diketahui adalah orang yang merupakan keturunan Cina yang kemudian kawin dengan Suku Dayak Punan.

Meskipun pada dasarnya orang Basak tidak berkulit kuning, namun matanya terlihat sipit mirip seperti orang Cina. Berikut legenda asal-usul orang Basap yakni:

1. Berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara

Pada dahulu kala, di tepian batu dan Kutai lama berdirilah sebuah kerajaan besar. Kerajaan ini diberi nama Kutai Kartanegara yang didirikan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti. Pemerintahannya ini berlangsung sejak 1300-1325 Masehi. Konon sang raja ini gemar sekali bermain sabung ayam. Ia mempunyai seekor ayam jantan yang diberi nama Perak Kemudi Besi.

Ayam ini selalu menang dalam setiap perlombaan. Ayam ini juga dikenal mampu mengalahkan ayam milik raja Jawa, Brunei, dan lainnya.

Tak berlangsung lama kabar kesaktian ayam Perak Kemudi Besi mencuat. Bahkan negara Cina pun mendengar akan kabar ini. Dengan diiringi ratusan kapal, sang pangeran dari Cina langsung bersiap mengunjungi sang maharaja. Setibanya sampai di kerajaan, sang pangeran dari Cina menyiapkan 15 ekor ayam jago miliknya yang dikenal unggul.

Dalam perjalanannya, pangeran Cina itu sempat mengunjungi wilayah lain seperti Sumatra, Campa, Brunei, hingga Jawa.

Beberapa hari kemudian, rombongan dari pangeran tersebut telah sampai di Kutai Kartanegara. Sang pangeran langsung menghadap Maharaja dan mengutarakan tentang maksud dari kedatangannya. Pangeran berucap bahwa ingin mengadu ayam jago miliknya untuk bertarung melawan ayam jago milik sang maharaja.

Maharaja pun menjawab “Pangeran datang jauh-jauh dari Cina untuk mengadu ayam?” pungkasnya.

Awalnya sang baginda nampak ragu karena pangeran dari Cina tersebut membawa 15 ekor ayam jagonya. Namun karena yakin bahwa ayam jago Ujung Perak Kemudi Besi bisa mengalahkannya, maka pertandingan pun tetap dilanjutkan.

"Baiklah pangeran aku akan menerima tantanganmu," ucap sang baginda.

Dan pertarungan ayam ini dimulai pada esok hari. 

Sang baginda raja memerintahkan prajurit untuk menyiapkan arena gelanggang sabung ayam. Esok harinya datanglah rakyat Kutai untuk menyaksikan sabung ayam tersebut. Maharaja pun terlihat sudah duduk di singgasana dengan didampingi permaisuri tercintanya.

Persiapan selesai dan gong dibunyikan, kedua belah pihak melepaskan ayam jagonya masing-masing. Setelah itu kedua ayam jago bertarung hingga titik darah penghabisan. Karena kesaktian ayam jago milik sang maharaja, serangan dari ayam jago milik pangeran Cina pun terus berhasil dihindari.

Pertarungan sengit terus berlangsung, namun nahas tetap  dimenangkan ayam jago milik maharaja. Pertarungan pertama selesai dan dilanjutkan besok dengan pertarungan kedua. Namun hingga pertarungan ayam ke 14, pemenangnya tetap ayam milik maharaja. 

Hingga detik terakhir tinggal sisa 1 pertarungan, akan tetapi pangeran Cina kehabisan taruhan. Sang maharaja pun berbalik menantang sang pangeran Cina tersebut.

Tinggal 1 pertarungan lagi dan pangeran Cina pun menerima permintaan Maharaja Kutai Kartanegara tersebut. Sang raja awalnya ragu dengan taruhan besar tersebut. Namun ayam jago milik maharaja seolah memberi syarat untuk menerima taruhan tersebut.

Pertarungan pun berlangsung dan hingga mendekati sore ayam milik pangeran Cina kuwalahan dan mati. Kemenangan menjadi milik maharaja dan seluruh taruhan diserahkan. Namun ternyata sang pangeran berkhianat dan berusaha kabur.

Nahas baginya, angin puting beliung menghantam kapal mereka hingga terpaksa menurunkan jangkar kapal. Lokasinya sekarang disebut dengan Kampong Jangkar.

Legenda ini memberi pelajaran bahwa jangan menjadi orang yang arogan. Dengan adanya pelajaran ini diharap akan menjadi nilai untuk mempelajari sikap yang baik dan terpuji

Penjelasan:

jadikan jawaban terbaik Ok ! jangan lupa bintang 5 nya hehe

[answer.2.content]